Tampilkan postingan dengan label NASEHAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASEHAT. Tampilkan semua postingan

KISAH ISTRI KECANDUAN CHATTING



Kisah ini terjadi di Lebanon
Seorang ustadz menceritakan sebuah kisah. Ada muslimah yang alhamdulillah Allah karuniakan kepadanya seorang suami yang baik akhlak dan budi pekertinya. Di rumah ia pun memilki komputer sebagaimana keluarga muslim lainnya di mana komputer bukan lagi merupakan barang mewah di Lebanon. Sang suami pun mengajari bagaimana menggunakan fasilitas ini yang akhirnya ia pun mahir bermain internet. Yang akhirnya ia pun mahir pula chatting dengan kawan-kawanya sesama muslimah.
Awalnya ia hanya chatting dengan rekannya sesama muslimah, … hingga pada suatu hari ia disapa oleh seorang laki-laki yang mengaku sama-sama tinggal dikota beliau.Terkesan dengan gaya tulisannya yang enak dibaca dan terkesan ramah. Sang muslimah yang telah bersuami ini akhirnya tergoda pada lelaki tersebut.
Bila sang suami sibuk bekerja untuk mengisi kekosongan waktunya, ia akhirnya menghabiskan waktu bersama dengan lelaki itu lewat chatting, … sampai sang suami menegurnya setiba dari kerja mengapa ia tetap sibuk di internet. Sang istri pun membalas bahwa ia merasa bosan karena suaminya selalu sibuk bekerja dan ia merasa kesepian, … ia merahasiakan dengan siapa ia chatting .. khawatir bila suaminya tahu maka ia akan dilarang main internet lagi…. Sungguh ia telah kecanduan berchatting ria dengan lelaki tersebut.
Fitnah pun semakin terjadi di dalam hatinya, .. ia melihat sosok suaminya sungguh jauh berbeda dengan lelaki tersebut, enak diajak berkomunikasi, senang bercanda dan sejuta keindahan lainnya di mana syaitan telah mengukir begitu indah di dalam lubuk hatinya.
Duhai fitnah asmara semakin membara, … ketika ia chatting lagi sang laki-laki itu pun tambah menggodanya, .. ia pun ingin bertemu empat mata dengannya. Bergembiralah hatinya, .. ia pun memenuhi keinginan lelaki tersebut untuk berjumpa. Jadilah mereka berjumpa dalam sebuah restoran, lewat pembicaran via darat mereka jadi lebih akrab. Dari pertemuan itu akhirnya dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya.
Hingga akhirnya si lelaki tersebut telah berhasil menawan hatinya. Sang suami yang menasehati agar ia tidak lama-lama main internet tidak digubrisnya. Akhirnya suami wanita ini menjual komputer tersebut, karena kesal nasehatnya tidak di dengar, lalu apa yang terjadi ?? Langkah itu (menjual komputer) membuat marah sang istri yang akhirnya ia pun meminta cerai dari suaminya. Sungguh ia masih teringat percakapan manis dengan laki-laki tersebut yang menyatakan bahwa ia sangatlah mencintai dirinya, dan ia berjanji akan menikahinya apabila ia bercerai dari suaminya.
Sang suami yang sangat mencintai istrinya tersebut tentu saja menolak keputusan cerai itu. Karena terus didesak sang istri akhirnya ia pun dengan berat hati menceraikan istrinya. Singkatnya setelah ia selesai cerai dengan suaminya ia pun menemui lelaki tersebut dan memberitahukan kabar gembira tentang statusnya sekarang yang telah menjadi janda. Lalu apakah si lelaki itu mau menikahinya sebagaimana janjinya???
Ya ukhti muslimah dengarlah penuturan kisah tragis ini, … dengan tegasnya si lelaki itu berkata,“Tidak!!!Aku tidak mau menikahimu! Aku hanya mengujimu sejauh mana engkau mencintai suamimu,ternyata engkau hanyalah seorang wanita yang tidak setia kepada suami. Dan, aku takut bila aku menikahimu nantinya engkau tidak akan setia kepadaku! Bukan ,..bukan..wanita sepertimu yang aku cari, aku mendambakan seorang istri yang setia dan taat kepada suaminya..!”
Lalu ia pun berdiri meninggalkan wanita ini, .. sang wanita dengan isak tangis yang tidak tertahan inipun akhirnya menemui ustadz tadi dan menceritakan Kisahnya…. Ia pun merasa malu untuk meminta rujuk kembali dengan suaminya yang dulu … mengingat betapa buruknya dia melayani suaminya dan telah menjadi istri yang tidak setia.
Jika seseorang betul-betul merenungkan kisah di atas, tentu saja dia akan menggali beberapa pelajaran berharga. Itulah di antara bahaya chatting dengan lawan jenis yang tidak mengenal adab dalam bergaul.. Kadang jika kita hanya sekedar menyampaikan untaian nasehat, mungkin sebagian orang belum tersentuh. Namun tatkala dikemukakan sebuah kisah, barulah hati kita mulai tersentuh dan baru bisa menarik pelajaran. Semoga kisah berikut bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

sejarah islam


Ihsan Muhyiddin
Tentang Salafi

Ada yang bertanya kepada saya sebenarnya Salafi itu apa ya ? dan apa hubungannya dg Jm kita ? untuk menjawab pertanyaan ini kita perlu melihat sejarah munculnya firqah2 di dalam Islam yang tentu pembahasannya sangat panjaaang…… sekali, tapi biar gak mumet ringkasnya insya Alloh kurang lebihnya begini

Setelah melewati suramnya pergolakan politik antara khalifah Ali vs pemberontak di bawah pimpinan Muawiyah bin Abu Sufyan yang kemudian mulailah muncul firqah yang pertama adalah Syiah, disusul dg Khawarij, kemudian muncul firqah2 lain bak cendawan di musim hujan; ada Jabariyah, Qadariah, Murjiah, Mu’tazilah dll.

Saat ini Umat Islam secara umum terpecah menjadi dua ada Ahlus Sunnah wal-Jamaah (Sunni) dan ada Syiah.

Syiah adalah golongan keagamaan yang didirikan atas dorongan hawa nafsu berupa dendam amarah dan kekecewaan atas tragedi yang pada waktu itu tidak henti2 menimpa keluarga Ali bin Abi Thalib radiallahu anhu yang notabene adalah Ahlul Bait (keluarga Rasulullah s.a.w) dari mulai peperangan melawan Aisyah (perang Jamal), disusul dg pemberontakan Muawiyah (perang Shiffin), kemudian terbunuhnya Kahlifah Ali (oleh orang Khawarij) dan puncaknya dibantainya Husein bin Ali cucu yg sangat disayangi Rasulullah s.a.w. serta penghinaan atas jenazahnya (kepalanya di penggal dan badannya dicincang2) oleh pasukan bayarannya Yazid bin Muawiyah.

Para pendukung fanatic Ali dan ahlul Bait berkolaborasi atau lebih tepatnya “ditunggangi” oleh orang2 Yahudi yang sakit hati atas terusirnya mereka dari Madinah dan orang2 Persia Iran yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa negrinya yg semula adalah negara Adidaya dg kekuatan ekonomi dan militer yg super power, di mana satu-satunya saingan Persia pada waktu itu hanyalah kerajaan Romawi, tiba2 seiring dg munculnya Islam kekuasan mereka menjadi sirna bahkan mereka menjadi pecundang, hal ini menimbulkan kebencian yg luar biasa di dada mereka terhadap agama Islam, untuk melampiaskan kebencian dan dendam terhadap Islam mereka mendompleng pada kelompok Syiah golongan yang di dadanya penuh api kebencian dan dendam yg terus berkobar2. sehingga tdk heran jika dari dulu hingga sekarang Syiah justru bermarkas di Iran.

Itulah sekelumit tentang Syiah, selanjutnya dari kelompok Ahlis Sunnah terbagi menjadi dua golongan, yaitu;

- Pertama; Manhaj Ulama’ Khalaf, sebagai golongan mayoritas adalah golongan yang dalam aqidah (tauhid) mereka bertaqlid kepada ajaran Abu Hasan al-Asy’ari dan Abu Manshur al-Maturidi dengan konsep tauhid Sifat 20, sedangkan dalam fiqih umumnya mrk bertaqlid kepada madzhab Syafii, juga ada yang menganut madzhab Hanafi, Maliki dan Hambali, manhaj khalaf ini yg di Indonesia kita jumpai di kerjakan umumnya umat Islam di Nusantara, yg dalam menjalankan ibadah sangat terkontaminasi dg praktek2 TBC (takhayul, bid’ah dan Curafat) plus syirik.

- Kedua; Manhaj Ulama Salaf atau disebut sbg golongan Salafi; dan secara garis besar golongan Salafi terbagi dua aliran ada aliran Saudi dan ada lairan Mesir, aliran Saudi terinspirasi oleh gerakan “tajdid” (Reformasi) yg dikobarkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab yg bekerjasama dg Ibnu Su’ud (pendiri kerajaan Saudi) sehingga Salafi Saudi mereka dijuluki Wahabi, ini yg kita jumpai pd gerombolan (liar) Salafi di Indonesia yg sekarang diikuti oleh Mr. M, selain itu juga dan kelompok2 teroris spt Laskar Jihadnya Ja’far Umar Thalib dan Jamaah Islamiyah / Anshaorut Tauhidnya Abu Bakar Baasyir.

Sedangkan aliran Mesir terinspirasi oleh tokoh2 pergerakan Mesir seperti Jamaludin al-Afgani, Rasyid Ridha dan Hasan Al-Banna (pendiri Ikhwanul Muslimin), golongan ini kita jumpai pada kelompok; Muhammadiyah, PERSIS, DDI, al-Irsyad, Hizbut Tahrir dan termasuk PKS, yang perjuangan mereka sangat bernuansa politik (terobsesi untuk mencapai kekuasaan duniawi).

Perbedaan pokok Salafi Mesir dg Salafi Saudi;
- Dalam masalah Madzhab; Salafi Mesir sepenuhnya tidak menisbatkan diri pada salah satu madzhab, sedangkan Salafi Saudi walaupun disebut Wahabi mereka sbnrnya terikat pada madzhab Hambali, hal ini diakui sendiri oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sbg tokoh sentrla Salafi Saudi.
- Dalam masalah pakaian; Salafi Mesir lebih moderat diantaranya mereka tidak memperbesar masalah jenggot bagi lelaki dan burdah bagi perempuan, sedangkan Salafi Saudi sangat membesar2kan / mewajibkannya, bahkan Salafi Mesir tdk terlalu menganggap serius tentang isbal (melebrehkan celana bagi lelaki)
- Dalam masalah Khilafah (keamiran) Salafi Saudi menganggap pemerintah di masing2 negara,adalah Imam (Amirul Mukminin), sedangkan Salafi Mesir bercita2 dan sangat terobsesi mewujudkan Kekhalifahan bagi seluruh Umat Islam (satu Imam untuk seluruh umat Islam di dunia).

Pertanyaannya lalu jm kita ini di golongkan kelompok yang mana ? jawabannya; jm kita tidak ikut satupun diantara firqoh-firqoh di atas, walaupun kalau mau ngaku manhaj kita adalah manhaj Salaf, tdk berlebihan jika kita katakan bahwa kita adalah golongan yang disabdakan Rasulullah s.a.w : Tidak henti2nya thaifah (sekelompok) dari umatku senantiasa "manshurin"; ditolong (dlm riwayat lain "dzahirin"; menang) di atas haq, orang2 yg berusaha menghinakan mereka tidak akan mampu memudharatkan mereka sehingga datang perkara Allah. HR. Ibnu Majah

Walaupun Abah alm. belajar di Mekah namun beliau tidak fanatic / taqlid sepenuhnya kepada Ulama’ Salaafi Wahabi yg umumnya bertaqlid kepada madzhab Hambali,

Note: Bagi orang yg menganggap bahwa Ulama Saudi tdk terikat dg madzhab itu suatu anggapan yg sangat salah, sebab atas pengakuan syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan ulama’ Saudi yang resmi (contohnya para dosen Univ Islam Al-Madinah dan Ummul Qura Mekah) bahwa mereka bermadzhab Hanabilah (Hambali).

Abah juga tidak terinsiparasi oleh gerakan Salafi Mesir yg perjuangannya hanya dlm “urusan dunia”, perjuangan Abah semata2 terinspirasi oleh dalil-dalil shahih yg terdapat di dalam al-Qur’an dan al-Hadits bahwa; Islam harus murni berdasarkan QH dan dikerjakan dg jm, prinsip Abah sangat simple, setelah kita mengaji QH; menjumpai larangan dijauhi sejauh2nya, menjumpai perintah ditaati sak pol kemampuan menjumpai cerita diyakini seyakin-yakinnya, taat surga tdk taat neraka. Dan membatasi dirinya sendiri serta semua jm dari niat2 yg tdk karena Allah, spt; ingin mendirikan partai politik ataupun negara, yang pokok / terpenting di dalam QHJ ini adalah; mencari surga selamat dari neraka.mugo mugo Alloh paring barokah Wasslam

BAROKAH


Ihsan Muhyiddin
NGALAP (MERAIH) BAROKAH

Salah satu “akhlaqul karimah” yang menjadi tradisi di dalam jokam adalah apabila ada dua orang jokam yang akan berpisah setelah bertemu, biasanya mereka saling mendoakan, mudah-mudahan Allah paring; aman, selamat, lancar dan barokah (disingkat dlm tulisan menjadi; ASLB), atau kalau doa yang pendek muga2 Allah paring barokah.Yang bahasa Arabnya adalah; barokallohu lakum.

Apakah sebenarnya makna “barokah” ?, sebagian Mufassir (ahli tafsir Al-Qur’an) mengartikan barokah adalah; khoiron katsiron (kebaikan yang banyak). Dengan kata lain barokah adalah kebaikan yang banyak namun tdk semestinya berbentuk materi, contoh; Barokahnya harta yang kita miliki itu bukan karena besar atau banyaknya jumlah harta tsb, akan tetapi lebih pada besarnya manfaat yang bisa kita dapatkan darinya.

Misalnya ada seseorang sebut saja si A pendapatan (gaji) setiap bulannya Rp 1,500,000 (1 juta 500 ribu rupiah) untuk menghidupi dia sekeluarga yg berjumlah 7 orang (suami-istri dan 5 anak) mungkin secara materi pendapatannya sangat kecil dan tidak memadai, tapi karena Allah memberi barokah maka hidupnya tetap bahagia dengan segala keterbatasannya; rumah-tangganya harmonis, anak-anaknya tumbuh sehat menjadi anak yang sholih, pandai mengaji, di sekolah berprestasi dll, maka walupun dg “maisyah” yg minim namun mereka merasakan kebahagiaan hidup bagaikan di surga.

Sebaliknya si B pendapatannya setiap bulan di atas Rp. 100,000,000 (100 juta rupiah) dengan 1 anak saja, tapi rumah tangganya tidak harmonis, si suami punya WIL (wanita idaman lain) istri juga tidak mau kalah cari PIL (pria idaman lain) bahkan cari yg masih "brondong", tdk mau kalah dg artis yg YS, weleh ..weleh…, lebih parah lagi; anak satu-satunya terjerat NARKOBA Naudzubillahi min dzalik !, singkatnya walaupun secara materi berlimpah-limpah tapi karena tdk barokah akhirnya hidupnya tidak bahagia bathinnya menderita bagaikan hidup di neraka.

Setiap benda mempunyai barokah dan kita diajarkan untuk merebut barokah tsb, contohnya Nabi bersabda; Akhiru tho’am barokah; akhirnya makanan adalah barokah, artinya dari sepiring atau dua piring nasi yang kita makan maka barokahnya terdapat pada suapan yang terakhir.

Menurut cerita dari muballigh2 senior; ada salah satu sesepuh kita, yaitu alm. pak Nurzein mempunyai kebiasaan yang dianggap “unik” yaitu ketika makan bersama-sama maka beliau menunggu lauk yang terakhir, ketika tinggal satu lauk, entah tempe atau tahu, atau apa saja maka beliau rela berebut untuk mendapatkannya, ini bukan karena itu adalah lauk favoritnya tapi semata-mata karena beliau ingin mendapat barokahnya lauk terakhir. Allahu A’lam. akhiruttoam barokatun (makanan terakhir ada barokahnya)

Dan diantara ulama’ besar ternyata ada yang mempunyai kebiasaan seumpama hal tersebut (walaupun dengan versi yang berbeda), beliau adalah; imam as-Syafii rahimahullah.

Suatu hari imam Ahmad bin Hambal (781 - 855 M) mengundang imam As-Syafii (767 - 819 M) yang juga merupakan salah satu gurunya (namun kedua ulama’ besar tersebut sebenarnya lebih tepat jika dikatakan saling berbagi ilmu, sebab adakalanya imam As-Syafii belajar kepada imam Ahmad yang usianya jauh di bawahnya).

Kebetulan selama ini putri imam Ahmad penasaran ingin mengetahui kepribadian imam as-Syafii sebab nama ulama’ besar tsb sering disebut-sebut dan disanjung oleh ayahnya, maka sejak kedatangan imam As-Syafii ke rumahnya secara diam-diam putri imam Ahmad tsb memperhatikannya, bahkan untuk itu dia rela tidak tidur semalam suntuk.

Ketika dihidangkan makanan imam As-Sayafii makan banyak dengan lahapnya, setelah menghabiskan jamuan makanan dan waktunya untuk tidur maka imam As-Syafii langsung naik ke atas pembaringan dan tidak turun hingga waktu subuh, berarti imam As-Syafii tidak mengerjakan sholat tahajud yang seharusnya menjadi kebiasaannya orang-orang yang sholih, ketika tiba waktu subuh imam As-Syafii langsung pergi ke Masjid dan sholat berjamaah tanpa berwudhu.

Tiga hal tersebut membuat putri imam Ahmad terheran-heran maka dia melaporkan atau lebih tepat mempertanyakan kepada ayahnya akan tiga hal “tercela” yang dilakukan oleh imam As-Syafii tsb. Mendengar laporan putrinya, Imam Ahmad tidak mau berprasangka buruk kepada tamu sekaligus gurunya tersebut, maka dengan penuh hormat beliau menanyakannya dalam rangka “tabayyun” langsung kepada imam As-Syafii.

Setelah mendengar pertanyaan dari imam Ahmad, dengan tersenyum imam As-Syafii menjawab; Ahmad benar apa yang dikatakan oleh putrimu itu, dan itu semua aku lakukan ada alasannya;

Aku makan banyak di rumahmu, sebab aku tahu bahwa kamu adalah orang yang dermawan dan makanan di rumahmu ini semua dari sumber yang halal, sedangkan makanan dari orang yang dermawan dan dari sumber yang halal itu banyak barokahnya, maka aku makan banyak sebab aku ingin banyak barokah yang masuk ke dalam tubuhku.

Aku tidak sholat tahajud, sebab sejak aku membaringkan badan di tempat tidur (meletakkan kepala di atas bantal) maka seolah-olah kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi (Al-Hadits) terbentang di depan mataku, aku menelaahnya dengan seksama dan hasilnya aku dapat memecahkan 72 masalah fiqh yang bermanfaat bagi umat Islam, sehingga aku tidak sempat mengerjakan sholat tahajud.

Aku tidak wudhu’ ketika akan sholat subuh sebab aku masih suci (belum batal wudhu’) sejak dari sholat isya’ aku tidak memejamkan mata sehingga ketika sholat subuh dengan kalian akut tidak perlu mengulang wudhu’ lagi.

Note : Kisah ini pertama saya dapatkan dari DR. Ibrahim Naseer Al-Basyir salah satu dosen di Ummul Qura Makkah Al-Mukarromah. Dan bisa dijumpai dalam buku-buku biografi Imam As-Syafii.

Demikianlah semoga kisah tauladan di atas ada manfaat dan BAROKAHnya, selanjutnya mari kita bersama-sama merebut BAROKAH, dan muga2 Allah paring BAROKAH.

99 NASEHAT

99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman:

01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
45. Perbanyak silaturrahim;
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
47. Bicaralah secukupnya;
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
56. Cintai keluarga Nabi saw;
57. Jangan terlalu banyak hutang;
58. Jangan terlampau mudah berjanji;
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
70. Jangan melukai hati orang lain;
71. Jangan membiasakan berkata dusta;
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
76. Jangan membuka aib orang lain;
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu;
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merusakan;
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang

APA SICH SOMBONG ITU??


Apa Yang Kita Sombongkan?

Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang muballigh tertegun keheranan. Dia melihat Sang muballigh sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, “Apa yang sedang Anda lakukan? “Sang muballigh menjawab, “Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.” Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain. Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain. Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita. Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence) . Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan.
Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong. Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala “tampak luar” lainnya. Yang kini kita lihat adalah “tampak dalam”. Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.
Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. ‘’ BARANG SIAPA YANG BERBUAT KEBAIKAN MAKA MANFAAT UNTUK DIRINYA” Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri. Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?

Janganlah Sombong


Satu sifat yang paling dibenci oleh Allah SWT adalah sombong. Sombong adalah menganggap dirinya besar dan memandang orang lain hina/rendah. Kalau menurut rosululloh sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.

Allah melarang kita untuk sombong:

”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” [Al Israa’:37]

Allah benci dengan orang-orang yang sombong:

”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman:18]

Nabi berkata bahwa orang yang sombong meski hanya sedikit saja niscaya tidak akan masuk surga:

Dari Ibn Mas’ud, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: “Tidak akan masuk sorga, seseorang yang di dalam hatinya ada sebijih SAWI dari sifat sombong”. Seorang sahabat bertanya kepada Nabi Saw: “Sesungguhnya seseorang menyukai kalau pakainnya itu indah atau sandalnya juga baik”. Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt adalah Maha Indah dan menyukai keindahan. Sifat sombong adalah mengabaikan kebenaran dan memandang rendah manusia yang lain” [HR Muslim]

Nabi juga berkata bahwa orang yang sombong niscaya akan disiksa oleh Allah di akhirat nanti:

Dari al-Aghar dari Abu Hurarirah dan Abu Sa’id, Rasulullah Saw bersabda: “Allah Swt berfirman; Kemuliaan adalah pakaian-Ku, sedangkan sombong adalah selendang-Ku. Barang siapa yang melepaskan keduanya dari-Ku, maka Aku akan menyiksanya”. [HR Muslim]

(Dikatakan kepada mereka): “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong .” [Al Mu’min:76]

Abi Salamah meriwayatkan bahwa Abdullah bin Amr bertemu dengan Ibn Umar di Marwah. Keduanya kemudian turun dan berbicara satu sama lain. Selanjutnya Abdullah bin Amr berlalu dan Ibn Umar duduk sambil menangis tersedu-sedu. Ketika ditanya tentang apa yang membuatnya menangis, beliau menjawab: “Laki-laki ini (yakni Abdullah bin Amr) telah mengaku bahwa dia mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Barang siapa yang di dalam hatinya ada sebijih sawi dari sifat sombong, maka Allah Swt akan menimpakan api neraka ke arah wajahnya”HR Baihaqi

Dari hadits di atas cukuplah bagi kita untuk menyadari bahwa sifat sombong sangat berbahaya bagi kita.

Imam Ghazali dalam kitabnya, ”Ihya’ ’Uluumuddiin” menulis bagaimana mungkin manusia bisa bersifat sombong sementara dalam dirinya terdapat 1-2 kilogram kotoran yang bau?

Terkadang orang sombong karena kekayaannya. Siapa orang terkaya di dunia? Qarun dulu sangat kaya. Perlu 7 orang yang sangat kuat hanya untuk mengangkat ”KUNCI-KUNCI” gudang kekayaannya yang berisi emas permata. Orang terkaya di dunia saat ini (per 20 Agustus 2007), Carlos Slim (mengalahkan Bill Gates yang memiliki kekayaan US$ 56 milyar) memiliki kekayaan US$ 59 milyar atau rp 551 trilyun lebih (Fortune Magazine).

Namun yang patut diingat, ketika orang yang disebut kaya itu lahir mereka tidak memiliki apa-apa. Ketika mati juga tidak membawa apa-apa kecuali kain yang melekat di badan. Pada saat mati tidaklah berguna segala harta dan apa yang telah mereka kerjakan.

Sering orang sombong karena kekuasaan atau jabatan. Padahal kekuasaan dan jabatan juga tidak kekal. Ketika mati, maka kekuasaan pun hilang. Kita diganti dengan yang lain.

”Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [Ali ’Imran:26]

Fir’aun raja Mesir yang sombong saat ini telah menjadi mayat yang tidak berdaya. Alexander the Great atau Iskandar Agung yang kerajaannya meliputi sebagian Afrika, Eropa, dan Asia saat ini tinggal tulang-belulang belaka. Hitler yang dulu ditakuti juga telah tiada begitu pula dengan musuh-musuhnya. Gatut kaca yang terkenal dengan otot kawat , balung wesi, kulit seng , ...... ceret. Hanya tinggal cerita .. jadi wayang kulit. Hanya Allah Maha Perkasa yang tetap kekal dan hidup abadi selama-lamanya. Lalu apa yang membuat manusia pantas untuk merasa sombong?

Ada juga orang yang sombong karena wajahnya yang cantik dan rupawan. Padahal ketika tua, maka mukanya akan jelek dan keriput. Ketika sudah dikubur, maka wajahnya hanya akan tinggal tulang tengkorak belaka. Pantaskah manusia untuk bersikap sombong?

Ada lagi yang sombong karena kekuatannya atau badannya yang kekar. Kita saksikan Samson yang dulu sanggup mengalahkan singa dengan tangan kosong kini sudah terbujur dalam tanah. Muhammad Ali yang dulu sering membanggakan diri sebagai yang terbesar (I am the Greatest) kini lemah terkena penyakit parkinson. Begitu tua orang sekuat apa pun akan jadi lemah. Begitu mati dia sama sekali tidak berdaya.

Allah mengingatkan bahwa manusia diciptakan dari air mani yang tidak berharga. Pantaskah manusia bersikap sombong?

”Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air mani, maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!” [Yaa Siin:77]

Dari tulisan di atas jelas bahwa tidak ada alasan bagi manusia untuk bersikap sombong. Ancaman neraka bagi orang yang sombong meski hanya sekecil biji sawi hendaknya membuat kita jadi orang yang rendah hati. Mugo mugo Alloh paring barokah

hilang rasa karena terbiasa

Pernahkah Kamu Merasa Bosan ?

Pada awalnya manusialah yang menciptakan kebiasaan. Namun lama kelamaan, kebiasaanlah yang menentukan tingkah laku manusia. Ada seorang yang hidupnya amat miskin. Namun walaupun ia miskin ia tetap rajin membaca. Suatu hari secara tak sengaja ia membaca sebuah buku kuno. Buku itu mengatakan bahwa di sebuah pantai tertentu ada sebuah batu yang hidup, yang bisa mengubah benda apa saja menjadi emas. Setelah mempelajari isi buku itu dan memahami seluk-beluk batu tersebut, iapun berangkat menuju pantai yang disebutkan dalam buku kuno itu. Dikatakan dalam buku itu bahwa batu ajaib itu agak hangat bila dipegang, seperti halnya bila kita menyentuh makhluk hidup lainnya. Setiap hari pemuda itu memungut batu, merasakan suhu batu tersebut lalu membuangnya ke laut dalam setelah tahu kalau batu dalam genggamannya itu dingin-dingin saja. Satu batu, dua batu, tiga batu dipungutnya dan dilemparkannya kembali ke dalam laut. Satu hari, dua hari, satu minggu, setahun ia berada di pantai itu. Kini menggenggam dan membuang batu telah menjadi kebiasaannya. Suatu hari secara tak sadar, batu yang dicari itu tergenggam dalam tangannya. Namun karena ia telah terbiasa membuang batu ke laut, maka batu ajaib itupun tak luput terbang ke laut dalam. Lelaki miskin itu melanjutkan ‘permainannya’ memungut dan membuang batu. Ia kini lupa apa yang sedang dicarinya. Teman, pernahkah kita merasakan kalau hidup ini hanyalah suatu rentetan perulangan yang membosankan? Dari kecil, kita sebenarnya sudah dapat merasakannya, kita harus bangun pagi-pagi untuk bersekolah, lalu pada siangnya kita pulang, mungkin sambil melakukan aktifitas lainnya, seperti belajar, nonton TV, tidur, lalu pada malamnya makan malam, kemudian tidur, keesokkan harinya kita kembali bangun pagi untuk bersekolah, dan melakukan aktifitas seperti hari kemarin, hal itu berulang kali kita lakukan bertahun-tahun !! Hingga akhirnya tiba saatnya untuk kita bekerja, tak jauh beda dengan bersekolah, kita harus bangun pagi-pagi untuk berangkat ke kantor, lalu pulang pada sore/malam harinya, kemudian kita tidur, keesokan harinya kita harus kembali bekerja lagi, dan melakukan aktifitas yang sama seperti kemarin, sampai kapan?

Pernahkah kita merasa bosan dengan aktifitas hidup kita? Kalau ada di antara teman²ku ada yang merasakan demikian, dengarkanlah nasehatku ini : “Bila hidup ini cuman suatu rentetan perulangan yang membosankan, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk menemukan nilai baru di balik setiap peristiwa hidup.” Artinya, jangan melihat aktifitas yang kita lakukan ini sebagai suatu kebiasaan atau rutinitas , karena jika kita menganggap demikian, maka aktifitas kita akan amat sangat membosankan !! Cobalah maknai setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, mungkin kamu akan menemukan suatu yang baru, sesuatu yang belum pernah kamu ketahui sebelumnya, “Setiap hari merupakan hadiah baru yang menyimpan sejuta arti.”hikmah yang dapat kita ambil dari kisah ini; Disaat kita mengaji jangan sampai hanya di anggap sebagai rutinitas belaka. Sekedar menggugurkan kewajiban istilah orang jawa ILANG ROSO KERONO KULINO (hilang rasa karena terbiasa). Sebenarnya kalau kita perhatikan pengajian dan kita kupas maka kita akan banyak menemukan hikmah di dalamnya. . sebagaimana firman alloh “ waidza tuliat alaihi ayaatuhu zadadhum iimana” salah satu sifat orang iman saat dibacakan ayat Alloh maka akan bertambah keimanannya..