Tampilkan postingan dengan label KIAT HIDUP BAHAGIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KIAT HIDUP BAHAGIA. Tampilkan semua postingan

Be happy


You Are What You Think You Are
Koran Sindo memuat kutipan pujangga Rusia yang sangat terkenal, Alexander Leo Tolstoy “If you want to be happy just be it”. Hal ini mengingatkan pameo lama bhs Inggris: You are what you think you are. Anda adalah seperti apa yang anda pikirkan tentang diri anda. Kalau anda merasa orang yang paling beruntung, maka anda betul-betul beruntung. Sebaliknya jika anda merasa sebagai orang yang paling celaka, maka anda betul-betul jadi orang yang paling celaka.
Di dalam bhs kita sendiri ada kata-kata bijak: Kalau anda merasa sebagai orang yang paling pandai, maka sesungguhnya anda adalah orang bodoh. Jika anda merasa sebagai orang bahagia, maka betul, anda memang orang bahagia. Jadi, berbahagia itu relatif binti nisbi alias tidak mutlak. Variabel yang paling penting adalah diri kita sendiri. Bahagia atau tidak bergantung pada bagaimana kita memandang diri kita sendiri. Bagaimana kita menyikapi apa yang berlangsung dan apa yang terjadi yang menyangkut dan melibatkan diri kita. Tunggu apa lagi?. Mari kita naiki bahtera kehidupan berupa positif thinking baik kepada diri sendiri maupun lingkungan, menuju pantai idaman di pulau bahagia. Wouw!

Hidup penuh keberuntungan


Sudah sejak lama orang tua kita percaya bahwa kehidupan kita diliputi oleh keberuntungan. Itulah sebabnya, kita selalu mengatakan ’untung…,’ sekalipun kita baru saja mengalami sebuah musibah. Selama ini, kedalam diri kita sudah ditanamkan sebuah sikap untuk selalu melihat segala situasi dari sisi positifnya. Sehingga, dalam situasi apapun kita masih merasakan betapa beruntungnya diri kita. Jika demikian, apakah sumpah serapah atau rasa syukur yang lebih layak untuk diungkapkan?
ternyata di balik musibah ada hikmah yang akan kita dapatkan, karena kita harus selalu khusnudan apa saja yang kita alami adalah pemberian yang terbaik dari alloh yang di pilihkan untuk kita

mari kita simak sebuah pengalaman hidup dari seseorang

"Ketika saya masih kecil, rumah kediaman kami dilalap api, hingga seluruhnya berubah menjadi abu. Ayah dan Ibu saya bilang; ”Untung kita semua selamat,”. Sampai sekarang saya masih teringat dengan kobaran api itu. Dan setiap kali mengenangnya; saya juga teringat kata-kata Ayah-Ibu saya tentang keberuntungan itu.

Ketika sudah bisa berenang di sungai, saya tenggelam. Air deras menyeret tubuh saya hingga tersangkut disela-sela pintu penahan air di bendungan. Sampai sekarang saya masih ingat betapa beruntungnya saya karena ada rongga udara yang terbentuk antara lempengan pintu irigasi dengan titik jatuh air sehingga melalui rongga itu saya bisa bernafas sampai orang-orang berhasil menemukan saya.

Ketika beranjak remaja, gejolak muda mendorong saya untuk pergi ke Gunung Tangkuban Perahu dan membiarkan diri saya menginap disana. Bermalam di gunung sama sekali bukanlah masalah. Tetapi, melakukannya sendirian dialam liar tanpa perlengkapan apapun; kedengarannya bukan gagasan yang cerdas. Sampai saat ini saya masih mengenang betapa beruntungnya saya karena bisa selamat melalui malam yang mengerikan itu.

Kemarin malam, saya melakukan beberapa permainan kecil dengan anak-anak. Setelah melalui tahap tertawa dan melompat-lompat yang seru, saya berencana untuk melakukan sesuatu yang lain. Kali ini saya membutuhkan sebuah media yang harus dipotong-potong. Maka saya mengambil cutter kecil. Ketika memotong media itu, entah kenapa ujung cutter tergelincir dan patah hingga melukai pangkal jari tangan saya, persis dibagian yang banyak urat-urat kecilnya. Darah segar segera mengalir. Dan secara spontan saya berkata dalam hati;’Untung tidak sampai memutuskan urat-uratnya. Sekarang saya tahu, betapa beruntungnya saya…..

Jika anda merasa saya sedang memamerkan keberuntungan-keberuntungan yang pernah saya alami dalam hidup, semoga anda berkenan mengubah prasangka itu. Sebab, kalaupun saya berniat untuk pamer, maka tidaklah mungkin saya bisa menceritakan satu demi satu keberuntungan itu. Sebab, kita semua tanpa henti-hentinya mendapatkan keberuntungan hidup yang sedemikian banyaknya sehingga kita tidak mungkin mampu bahkan untuk sekedar menyebutkannya satu persatu. Seperti firman ALLOH bahwa;”Jika engkau menghitung nikmat yang Tuhan berikan kepadamu, niscaya kamu tidak akan bisa menghitungnya….”

Tapi, jika benar nikmat Tuhan itu sedemikian banyaknya; mengapa kehidupan kita sering tidak beranjak ke tingkat yang kita impikan? Mungkin karena kita selalu mengimpikan kehidupan materialis. Kita terlampau sering mengukur kenikmatan dari jumlah uang yang kita dapatkan. Dari kekayaan yang kita kumpulkan. Dari kedudukan yang bisa kita banggakan. Dan dari jubah nama besar yang kita kenakan. Padahal, ternyata keberuntungan kita bisa menjelma dalam bentuk lain yang sering kita abaikan. Kesehatan kita. Kesempurnaan penciptaan tubuh kita. Terbebasnya kita dari perasaan tertekan. Rasa tenang kita. Tidur nyenyak kita. Pekerjaan dan gaji rutin yang kita terima. Dan semua hal lain yang jumlahnya tiada terhingga. Namun, karena kita kurang mensyukurinya; maka kita sering lupa bahwa semua itu adalah wujud keberuntungan hidup yang ALLOH anugerahkan kepada kita.
saya yakin masih banyak hal serupa yang pernah kita alami. disaat saya melamar seorang gadis dan di tolak , kita kembalikan pada doa istikhoroh kita. memang dia baik , tapi bukan yang terbaik untuk kita..

Memang benar bahwa ’sudut pandang’ kita menentukan apakah kita bisa menemukan hikmah dibalik setiap kejadian atau tidak. Namun, saya meyakini bahwa keberuntungan sama sekali bukan soal sudut pandang; melainkan soal kesadaran. Kita perlu lebih sadar bahwa Tuhan menginginkan kehidupan kita baik. Bahkan ALLOH tetap ingin agar hidup kita baik sekalipun kita sering mengambil langkah dan keputusan-keputusan yang bodoh. Hanya saja, kita sering tidak menyadari semua kebaikan ALLOH selama ini. Sehingga, kita sering berburuk sangka kepada-Nya. Kita mengira bahwa Dia memberi orang lain lebih banyak nikmat, daripada yang diberikan-Nya kepada kita. Padahal, boleh jadi kenikmatan yang sesungguhnya terletak pada hati nurani kita. Bukan pada benda atau atribut-atribut yang kita lekatkan pada tubuh kita. Jika kita berhasil menemukan tak berhingga kenikmatan didalam hati kita; mungkin kita bisa lebih sadar akan betapa beruntungnya diri kita. Karena ternyata. Kehidupan kita. Diliputi. Oleh keberuntungan.Mudah mudahan cerita ini bisa menginspirasi kita, untuk menjadi hamba yang bersyukur

SIKAP DAN PARADIGMA

. Sikap dan Paradigma
Seperti hal lain dalam kehidupan, sikap pun ada positif-negatipnya. Sikap positip bisa menambah nilai kebahagiaan kita. Konon ada dua orang guru SD, bergaji sama. Ketika ditanya apa pekerjaan bapak, yang pertama menjawab dengan keluh kesah: Yaah, cuman guru SD dengan gaji yang tidak cukup. Yang kedua menjawab dengan bangga: Saya bertugas menyiapkan calon-calon pemimpin republik ini, Pak.
Nah, karena sikap mereka berbeda, maka suasana hati mereka jauh berbeda. Untuk bisa bersikap positip, kita harus menggunakan paradigma positip, pula.
Paradigma adalah cara pandang seseorang terhadap suatu masalah. Satu hari P.Uztad dapat SMS dari Medan. Pak, mohon nasehat. Saya dikhianati oleh sahabat saya. Sakit hati ini. Bagaimana jalan keluarnya. Waduh. Apa yang bisa dilakukan? Konsultasi masalah berat hanya dalam waktu semenit dan media se-SMS. Ibarat disuruh membangun Borobudur dalam waktu semalam. Untuk tidak mengecewakan klien, P.Uztad menjawab: Ubahlah Paradigmamu. Itu Alloh yang menguji kamu lewat sahabatmu. Kalau kamu lulus ujian itu, Alloh sudah menyediakan bonus yang lebih baik untukmu. Selamat beribadah. Alhamdulillah. Dia menjawab: Trimakasih Pak, hati saya terbuka. Hampir saja saya membenci sahabat saya. AJKK.
Yang kedua ini seorang mantan preman datang dengan membawa kemarahan dan sakit hati terhadap “boss”nya yang telah mempermalukan di depan umum. Dia akan membuat perhitungan dengan kekerasan. P.Uztad bercerita tentang Iblis dan Adam. Iblis membangkang karena melihat siapa yang di…(orang yang disuruh untuk disujudi), bukan melihat yang me…(Alloh yang menyuruh sujud). Siapa yang membuka mulut boss anda? Alloh, jawabnya mantab. Nah, kalau begitu lihatlah DIA, Alloh yang mengetes Anda lewat mulut boss Anda tadi. Panjenengan ridho nggak diuji Alloh? Ridho!, jawabnya mantab, lagi.
Alhamdulillah. Beliau bisa menerima cobaan itu dan saling berangkulan meminta maaf.
Contoh ketiga, ada seorang minta tolong pinjam uang dalam jumlah cukup banyak untuk menebus sertifikat rumah di bank, kalau tidak, rumah akan disita dan dia akan tinggal di bawah kolong jembatan, katanya. Dia berjanji setelah sertifikat diambil, dalam tiga minggu rumah dijual, sebagian untuk membayar pinjaman sisanya dibelikan rumah yang lebih kecil dan lebih jelek. Ternyata sampai tahun ke tiga belum juga mengembalikan. Wajar saja dia ngedumel ketika menagih piutangnya.
Secara kebetulan, dalam pengajian, dia mendengar Nabi bersabda wallohu fii aunil abdi maa kanal abdu fi aunil akhihi. Alloh senantiasa menolong hambaNya selama hamba itu menolong saudaranya. Suatu malam, dia introspeksi. “Waktu kamu kasih pinjam dia, apa sih niyatmu?” tanyanya pada diri sendiri. “Nolong”. Oke, supaya apa? Yaa supaya saya ditolong Alloh seperti janji nabi. Nah, selama kamu minjami dia, rejekimu tambah lancar atau tambah seret? Tambah lancar! Pertambahan rejeki selama tiga tahun dengan uang yang kamu pinjamkan banyak mana? Ya, banyak tambahannya!. Apa bukan itu pertolongan Alloh? Ya. Apa bukan itu yang kamu harapkan? Ya, juga. Terus? Ya deh, agak lama mengembalikan juga kagak apa.
Nah, demikianlah paradigma positif bisa memperkecil ketidak bahagiaan kita, kalau tidak mengubahnya menjadi satu kebahagiaan.

BISA MENGERTI


Better Understanding.
Memahami kehidupan ini penting, karena apabila tidak bisa memahami, kita tidak dapat menikmati. Contoh ada orang tua mendengarkan musik kesukaan anak muda, Rock atau Metal. Dia akan mengeluh merasa telinganya sakit karena tidak memahami. Padahal anak-anak muda bisa berjingkrak-jingkrak mengikuti gemuruh musik yang memekakkan telinga itu. Sebaliknya, anak muda kota besar mendengar orang tua menyetel lagu gamelan klenengan, maka dia juga merasa muak dan tidak tahan karena tidak mengerti. Sementara para warga senior itu manggut-manggut menikmati buaian musik dan meresapi indahnya sastra syairnya.
Begitu pula orang awam melihat lukisan abstraknya Affandi, atau lukisan kubismenya Picasso, pasti sulit menikmati lukisan seperti cekeran ayam, karena dia tidak bisa melihat dimana indahnya lukisan gaya surrealis abstrak. Tapi sebaliknya bagi yang mengerti kehebatan lukisan-lukisan itu dia akan geleng-geleng dan berdecak kagum.
Contoh ini ekstrem. Ada sebuah pasangan muda punya anak balita yang suka menangis di malam buta. Sang istri mungkin karena capek merawat bayi, marah bin jengkel menghadapi tangisan dan mengeluh berat serta mendamprat suaminya yang tenang-tenang saja menghadapinya sambil berkata: Menurut dokter nangisnya bayi itu olah raga. Lagi pula yaa memang bayi, bisanya cuman nangis. Seandainya bayi kemudian tiba-tiba berdiri diatas meja berpidato, atau khotbah, malah kita ketakutan. Kemudian sang istri bisa menerimanya.
Jadi kata mengerti dan memahami itu kaca kunci untuk menikmati kehidupan ini. Pesan Alloh dalam firmannya I’lamu annamal hayaatud dunya laibun walahwun, ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu permainan. Jadi kuncinya kita mengetahui, memahami.
Ada beberapa point pemahaman: (1) Memahami dan maklum bahwasannya memang ada orang yang berbeda pendapat dengan kita, maka toleranlah dengan perbedaan. (2) Memahami dan maklum bahwasannya memang ada orang positif dan ada yang negatif, maka terimalah. (3) Memahami bahwa orang-orang di lingkungan kita pasti ada yang salah, maka maafkanlah. (4) Memahami bahwa orang di lingkungan kita ada yang tidak cocok, maka sabarlah. (5) Memahami bahwa tidak ada orang yang sempurna alias banyak kekurangannya, maka terimalah bahwa memang kemampuan orang itu hanya sebatas itu.

SEPERTI TUKANG POS


12. Sakdermo, hindari stroke.
Seringkali kita dibuat jengkel, marah dan sebagainya apabila kita menasihati, menyarankan bahkan memerintahkan sesuatu apalagi kepada seseorang yang di bawah kendali kita atau kekuasaan kita seperti anak dan bawahan, kemudian orang itu tidak mematuhi atau tidak mau menerima nasihat kita yang kita anggap baik. Nah apabila kita tidak dapat sakdermo,sekedar menggugurkan kewajiban dan sebagainya, maka kebahagiaan kita bisa rusak karenanya. Dari banyak kasus stroke, ditemukan mereka termasuk golongan kepribadian type A, yaitu orang yang dalam bahasa Jawa disebut taksabaran dan taksrantanan, yaitu ketika menyuruh anaknya atau bawahannya tidak segera mengerjakannya , dia marah, naik darah, jengkel plus ngomel sambil mengerjakan apa yang diperintahkan tadi. Sedang type B adalah sebaliknya. Tak mau mengerjakan sekarang ya besok. Besok tak mau ya lusa. Atau kalau kamu tak mau mengerjakan ya saya kerjakan sendiri. Kalau kamu tidak mau dinasehati ya gak apa-apa. Terserah kamu. Saya tidak memaksa.
Contoh yang paling baik tentang sakdermo adalah petugas Pos yang mengantarkan surat. Ada kalanya si penerima surat malah marah-marah, merobek-robek surat yang diantarkannya dari tempat yang jauh dan kadang di bawah terik matahari yang menyengat dan kadang di bawah guyuran hujan lebat. Bila pak Posnya tidak sakdermo niscaya dia akan sakit hati, karena jerih payahnya tidak dihargai. Sebaliknya bila ia bisa sakdermo, maka dia jauh dari sakit hati walau suratnya dirobek-robek sekali pun, karena dia menyadari bahwa tugasnya hanyalah mengantarkan surat saja. Lain tidak. Nah sebaiknya kita bisa membiasakan diri sakdermo sehingga kita bisa menikmati kebahagiaan.dan insya Alloh terhindar dari Stroke. Walaupun ada stroke karena sebab lain.

SIKAP DAN PARADIGMA

10 Sikap dan Paradigma
Seperti hal lain dalam kehidupan, sikap pun ada positif-negatipnya. Sikap positip bisa menambah nilai kebahagiaan kita. Konon ada dua orang guru SD, bergaji sama. Ketika ditanya apa pekerjaan bapak, yang pertama menjawab dengan keluh kesah: Yaah, cuman guru SD dengan gaji yang tidak cukup. Yang kedua menjawab dengan bangga: Saya bertugas menyiapkan calon-calon pemimpin republik ini, Pak.
Nah, karena sikap mereka berbeda, maka suasana hati mereka jauh berbeda. Untuk bisa bersikap positip, kita harus menggunakan paradigma positip, pula.
Paradigma adalah cara pandang seseorang terhadap suatu masalah. Satu hari P.Uztad dapat SMS dari Medan. Pak, mohon nasehat. Saya dikhianati oleh sahabat saya. Sakit hati ini. Bagaimana jalan keluarnya. Waduh. Apa yang bisa dilakukan? Konsultasi masalah berat hanya dalam waktu semenit dan media se-SMS. Ibarat disuruh membangun Borobudur dalam waktu semalam. Untuk tidak mengecewakan klien, P.Uztad menjawab: Ubahlah Paradigmamu. Itu Alloh yang menguji kamu lewat sahabatmu. Kalau kamu lulus ujian itu, Alloh sudah menyediakan bonus yang lebih baik untukmu. Selamat beribadah. Alhamdulillah. Dia menjawab: Trimakasih Pak, hati saya terbuka. Hampir saja saya membenci sahabat saya. AJKK.
Yang kedua ini seorang mantan preman datang dengan membawa kemarahan dan sakit hati terhadap “boss”nya yang telah mempermalukan di depan umum. Dia akan membuat perhitungan dengan kekerasan. P.Uztad bercerita tentang Iblis dan Adam. Iblis membangkang karena melihat siapa yang di…(orang yang disuruh untuk disujudi), bukan melihat yang me…(Alloh yang menyuruh sujud). Siapa yang membuka mulut boss anda? Alloh, jawabnya mantab. Nah, kalau begitu lihatlah DIA, Alloh yang mengetes Anda lewat mulut boss Anda tadi. Panjenengan ridho nggak diuji Alloh? Ridho!, jawabnya mantab, lagi.
Alhamdulillah. Beliau bisa menerima cobaan itu dan saling berangkulan meminta maaf.
Contoh ketiga, ada seorang minta tolong pinjam uang dalam jumlah cukup banyak untuk menebus sertifikat rumah di bank, kalau tidak, rumah akan disita dan dia akan tinggal di bawah kolong jembatan, katanya. Dia berjanji setelah sertifikat diambil, dalam tiga minggu rumah dijual, sebagian untuk membayar pinjaman sisanya dibelikan rumah yang lebih kecil dan lebih jelek. Ternyata sampai tahun ke tiga belum juga mengembalikan. Wajar saja dia ngedumel ketika menagih piutangnya.
Secara kebetulan, dalam pengajian, dia mendengar Nabi bersabda wallohu fii aunil abdi maa kanal abdu fi aunil akhihi. Alloh senantiasa menolong hambaNya selama hamba itu menolong saudaranya. Suatu malam, dia introspeksi. “Waktu kamu kasih pinjam dia, apa sih niyatmu?” tanyanya pada diri sendiri. “Nolong”. Oke, supaya apa? Yaa supaya saya ditolong Alloh seperti janji nabi. Nah, selama kamu minjami dia, rejekimu tambah lancar atau tambah seret? Tambah lancar! Pertambahan rejeki selama tiga tahun dengan uang yang kamu pinjamkan banyak mana? Ya, banyak tambahannya!. Apa bukan itu pertolongan Alloh? Ya. Apa bukan itu yang kamu harapkan? Ya, juga. Terus? Ya deh, agak lama mengembalikan juga kagak apa.
Nah, demikianlah paradigma positif bisa memperkecil ketidak bahagiaan kita, kalau tidak mengubahnya menjadi satu kebahagiaan.

KESEIMBANGAN

9. Balance, Harmoni kehidupan.
Kata harmoni ini berarti selaras, serasi dan seimbang. Ini bisa diterapkan pada segala bidang. Baik untuk warna, mulai warna cat tembok dan perabotnya, bisa warna pakaian kita, atasan dan bawahannya. Bisa untuk suami dan istri saling menyesuaikan. Jangan maunya menang sendiri. Seimbang antara hak dan tanggungjawab; antara kemauan menerima dan memberi; antara mau menerima enaknya dan tidak enaknya. Dengan demikian tidak ada hal yang sangat ekstrim sehingga menimbulkan disharmoni atau ketidakharmonisan.
Ingat, kalau kita cermati dan kita renungkan ternyata kata kunci dari kelangsungan hidup yang ideal adalah keseimbangan. Bahkan kelangsungan hidup alam semesta kita atau universe ini adalah karena balance. Sedikit saja bergeser dari titik itu, paling tidak terjadilah gangguan atau bahkan lebih dari itu: terjadilah bencana. Contoh, Alloh menciptakan siang dan malam, seimbang. Masing-masing 12 jam. Musim hujan dan kemarau, seimbang. Enam bulan. Sedikit saja kebanyakan hujan, bencana banjir. Sedikit saja terlalu panjang kemaraunya, bencana kekeringan dan kelaparan. Begitu pula di negara-negara dingin. Musim Semi-Panas-Gugur-Salju, seimbang. Masing-masing tiga bulanan. Kegiatan jasmani-rohani, harus seimbang. Jika kelebihan kegiatan jasmani menyebabkan fatigue atau kelelahan yang lama kelamaan menjadi penyakit langganan artis laris, yaitu hepatitis alias sakit lever. Sedang kebanyakan kegiatan berfikir berbuah “lelah rohani”. Komposisi makanan kita antara karbohidrat, vitamin, mineral, protein, pun harus seimbang. Jika kurang salah satu dari itu menyebabkan gangguan penyakit seperti avitaminosis, anemia, hypoglikemia, osteoporosis, dst. Seimbang juga berlaku dalam kebugaran jasmani kita. Kalau kita ingin enak, rupanya sehat, maka harus mau tidak enaknya, berupa orahraga bermandi keringat, terengah-engah, ngos-ngosan. Ingin tetap dalam keimanan? Satu fakta yg tdk bisa dipungkiri, setiap detik setiap menit setiap jam kita dibombardir oleh virus2 negatif dalam bentuk gaya hidup kosumtif, oleh iklan yg menawarkan mimpi, oleh tayangan2 yg maksiyat. Maka kalau kita ingin selamat, kita harus imbangi dengan anti virus berupa aktifitas religius: perbanyak ngaji, nderes, mendengarkan nasehat dsb. Dan masih ada sederet contoh lain sebagai PR pembaca untuk menyelami kehidupan dan mencari sampai menemukan kearifan-kearifan sendiri.

JANGAN BERHARAP TERLALU BANYAK

8. Don’t expect too much from your life
Siapa sih yang tidak mau berharap atau mengharapkan sesuatu dalam hidup ini? Cuman perlu diingat, kalau sekali kita berani berharap, tentu kita harus siap-siap kecewa. Sebab seperti dalam kata pengantar di atas, bahwa tidak semua keinginan kita terkabulkan. Bagaimana dong? Logikanya, orang yang tidak punya pengharapan, tidak punya ambisi, dia pasti tidak termotivasi untuk maju. Nah. Alloh sen diri sudah mengajari kita waidza azamta fatawakkal ala Alloh. Inna Alloha yuhibbul mutawakkiliin. Ketika engkau punya azam, atau keinginan yang kuat, maka pasarahkanlah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh mencintai orang yang berserah diri. Nah wilayah kita adalah berusaha maksimal, adapun hasilnya itu wilayah kekuasaan Alloh. Cara yang paling bijak adalah usahanya keras dibarengi harapan sekedarnya saja—tidak berlebihan. Ekstremnya, bila kita tidak mau kecewa maka jangan berharap sama sekali karena orang yang tidak berharap atau mengharapkan sesuatu, dia tidak pernah kecewa. Misalnya, seorang tidak punya helikopter dan memang dia tidak mengharapkannya, maka sudah barang tentu, dia tidak kecewa hanya karena tidak punya helikopter. Tetapi apabila seorang berharap banyak kemudian tidak terkabulkan maka kecewalah ia. Suatu ketika ada seorang pemuda mengharapkan dibelikan ayahnya sebuah sepeda motor saja, dan dia sudah membayangkan betapa bahagianya dengan sepeda motor tersebut dia bisa memboncengakan si Dia. Tetapi ternyata kenyataannya karena satu dan hal lain, dia gagal mendapatkan sepeda motor tersebut. Tentu dia akan kecewa berat. Jadi, janganlah berharap terlalu banyak dari kehidupan ini kalau kita tidak mau kecewa.

TAWAKAL DAN KHUSNUDHON

7. Bila Gagal,kita Tawakal dan Khusnudhon.
Penyair dan filosof Kahlil Gibrain menulis: sukses dan kegagalan adalah dua sisi dari mata uang yang sama—tak terpisahkan. Ketika sukses ada di atas, maka kegagalan dengan setia menunggu gilirannya di bawahnya. Begitu pula sebaliknya. Kegagalan adalah bagian dari hidup kita. Sebagaimana tersirat dalam ayat di pengantar diatas. Masalahnya tinggal bagaimana kita menyikapi kegagalan itu. Bangsa Jepang terkenal bilamana seseorang mengalami kegagalan, ia akan melakukan sepuku, yaitu menancapkan perutnya ke atas sebilah pedang, ususnya terburai, kehabisan darah sampai mati.
Begitu pula ketika pesawat ulang-alik NASA meledak di udara, dilaporkan banyak insinyur NASA yang mengalami stress berat dan sebulan kemudian beberapa melakukan bunuh diri. Itu semua karena semua beban kegagalan ditanggung sendiri. Kalau berhasil mereka menepuk dada dan sebaliknya kalau gagal mengelus dada, ngenes dan stress. Alloh yang menciptakan manusia tahu benar kemampuan ciptaaNya yang tidak kuasa menanggung beban atas ketidakmampuannya. Hal itu terlihat jelas dari ayat wa idza azamta fatawakal ala Alloh. Ketika kamu punya azam, keinginan, maka hasilnya serahkan kembali kepada Alloh—yaitu dengan tawakkal. Sehingga bila gagal, dia bisa mupus: Yaaah memang belum qodarnya sukses. Selesai.
Rosul pun ikut menambahkan memberi jalan keluar yaitu dengan istirja’—inna lillahi wainna ilaihi roji’un. terus berdoa Allohumma’jurni fii musibati waahlifli khoirumm minha-- Yaa Alloh berilah aku pahala dalam musibah kegagalan ini dan gantilah dengan yang lebih baik dari pada kegagalan ini. Hal ini memberikan keuntungan ganda. Pertama tidak terlalu susah karena menyadari bahwa memang belum qodarnya sukses. Kedua kita punya harapan next time better. Ini sesuai dengan ajaran selalu khusnudhon, berprasangka baik. Yang akan datang insya Alloh lebih baik dari yang sekarang. Untuk itu kita bisa pinjam ucapan pemenang Nobel, Ernest Hemmingway Everyday is a new day, my son. Yaa, betul setiap hari adalah hari yang baru. Matahari yang terbit di hari yang baru selalu menawarkan mimpi dan harapan baru. Dengan demikian, kita bisa meminimasikan kesusahan dan menyelipkan harapan dan kebahagiaan.

NIKMATI SETIAP DETIK DR HIDUPMU

6. Enjoy Each Second Of Your Life.
Nikmatilah setiap detik dari hidupmu. Suatu ketika selama 89 hari si Fulan tergeletak di ranjang rumah sakit. Tidak ada pilihan. Maka cara yang dapat diambil adalah menikmati setiap detik dari hidupnya. Bagaimana? Caranya dengan mendengarkan musik yang lembut atau qiro’at, bacaan Quran yang enak sebagai pengantar tidur. Juga menulis puisi atau pantun.
Contoh lain, suatu hari si Fulan berkendaraan kehabisan bensin. Pom bensin terdekat adalah dua kilo setengah. Maka ia tidak bersedih. Justru dia menikmati kemalangan itu dengan main-main dengan kendarannya. Ia dorong sepuluh jangkah dengan kencang, kemudian melompatlah ia ke atas sadel dan meluncurlah ia kurang lebih dua puluh meter ke depan, persis ketika masih kanak-kanak bermain dengan scooter atau otopet dari kayu. Jadi kita tidak menyerah kepada kemalangan begitu saja. Ingat Firman Alloh walaa tahinu walaa tahzanu, jangan merasa hina dan jangan merasa susah, serta wabasyiril mu’minin, bergembiralah wahai orang iman. Jadi? Usahakan kemalangan kita ubah menjadi kesenangan, enjoyment. Sulit? Memang. Tapi kalau kita belajar, maka lambat laun kita bisa menikmatinya.
Pernah baca bukunya Jansen ‘Mr Ethos’ Sinamo? Dia menemukan satu buku setebal 5000 halaman tanpa bab tanpa penjelasan macam-macam. Isinya cuma daftar hal-hal yang menyenangkan dalam perjalanan hidup sang pengarang. Mulai dr yang sepele seperti beli tiket KA dilayani dengan senyum sampai hal yang spektakuler semisal nonton pagelaran kolosal Michael Jackson. Terilhami buku itu, aku mencoba mempraktekkan dalam sepenggal kehidupan. Keluar dr masjid setelah sholat subuh, kutengok ke langit arah timur. Langsung kubisikkan kalimat syukur Alhamdulillah atas keindahan puisi alam berupa sisa kecantikan Dewi Malam—rembulan—yang ditemani sebuah bintang terlukis indah dengan latar belakang hitamnya langit yang disusul fajar kemerahan spt pipi gadis gunung. Ketika kutanyakan kepada teman apa yang dpt dia nikmati dari pemandangan itu, dijawab tidak ada. Karena setiap hari ya spt itu.

hidup yang berarti

7. Meaningful not Meaningless Life.
Suatu ktk ada kabar yg menggemparkan setengah tdk masuk akal. Seorang artist Holywood yg tdk hanya terkenal dan dipuja-puja, tapi juga kaya raya, ditemukan mati bunuh diri. Padahal kemana-mana diincar paparazi, jadi bahan berita media massa.(Ehe, jadi ingat Lady Di). Kemana dia berada selalu dikerubuti pengagum dan pemujanya. Ia kaya, sampai-sampai punya kapal pesiar dan jet pribadi ditambah sebuah pulau indah untuk berlibur. Ternyata dlm buku hariannya ditemukan tulisan my life is meaningless, hidupku tdk berarti. Bagi orang awam, ini tdk masuk akal. Bgm orang sesukses dia bisa mati bunuh diri karena merasa hidupnya hampa tdk berarti?
Dari eyangnya psikologi, Victor Frankl, kita mendapatkan pencerahan lewat logoterapi. Seseorang seyogyanya punya a will to meaning. Ya, satu dorongan keinginan untuk mencari kebermaknaan, melakukan sesuatu yg dapat membuat hidup kita berarti. Ada tiga cara mencapai meaningful life, yaitu pertama menjalankan norma dan ajaran agama; kedua, menolong orang yg sangat perlu pertolongan; ketiga, mengalami penderitaan yg sangat pedih dan bisa berhasil melewatinya. Dari tiga cara di atas, yang paling gampang adalah menolong orang yg sangat memerlukan bantuan. Dg demikian kita merasa bahwa hidup kita berarti. Kok abstrak banget, sih? Okey ada pelajaran yg bisa diambil dari film India.
Konon ada seorang napi baru keluar dari penjara, melihat seorang wanita cantik membawa pisau berdarah teriak minta tolong. Wanita tadi habis membunuh orang yg berusaha memperkosanya. Berikan pisau itu padaku dan larilah, kata napi. Dia ditangkap polisi, diadili dg tuduhan membunuh, dan divonis hukuman gantung. Sehari sebelum digantung, si wanita menjenguk di penjara dan akan mengaku kpd polisi bahwa ia lah pembunuhnya. Tapi napi itu melarangnya. Jangan nona, tolonglah saya, biarkan hidup saya berarti. Sejak kecil aku jahat, tdk pernah berbuat kebaikan. Dg menolong nona, hidup saya jadi berarti krn telah berbuat kebaikan. Esoknya, ia digantung dg senyum, karena ia mati dlm kehidupan yg berarti.
Itu ceritanya orang kafir. Kasih dong ceritanya orang iman. Oke ini ceritanya meaningful ala Jokam. Suatu sore di lingkungan pondok pesantren ada nenek tua berjualan makanan dari ketela. Kemudian datanglah seorang mubalighot cantik yg baik hati membeli dagangannya semuanya lima ribu rupiah. Teman-temannya pada mencela, mengatakannya bodoh karena membeli makanan yg tdk enak yg orang-orang di sekeliling pondok tdk mau membelinya.
“Kalian salah besar. Aku tdk membeli makanan itu, melainkan aku membeli kebahagiaan” sanggahnya sambil mendidik teman-temannya. Satu hal, dengan tidak membeli itu, aku tidak tambah kaya. Tapi dengan membeli tadi aku merasa tambah kaya. Tahu kenapa? Ibu tadi bilang: ”Neng, alhamdulillah jaza killahu khoiro. Sejak pagi tdk ada yg beli. Nenek belum makan. Uang ini nanti sebagian saya belikan beras satu ons terus saya tanak, beras nenek habis. Neng, nenek doakan; neng amini, ya? Semoga suami neng tambah sayang sama neng”
“Seandainya kalian tahu betapa berbinar-binar raut muka nenek tadi. Kebahagiaan yg kuperoleh jauh lebih besar daripada uang yg aku keluarkan. Belum lagi makanan ini kuberikan ke anak pondok yg kita tahu sendiri, mana sih ada anak pondok yg tdk doyan jajan. Kebahagiaan dan pahala yg kuperoleh berlipat tiga atau empat”. Katanya bersemangat. Betul. Dg kata lain hidup neng mubalighot cantik tadi sungguh meaningful, sangat berarti.

If you don’t have what u love, love what u have

4. If you don’t have what you love….
Suatu hari ada seseorang yang mengeluhkan bahwa istrinya sudah tidak menarik lagi, tidak seperti istri si Anu dan si Anu yang bisa begini dan begitu, kemudian ia ingin menceraikan dia. Kemudian salah satu temannya bertanya dengan tamsil orang yang ingin membeli motor “Kalau seseorang hanya mempunyai uang satu juta, kira-kira kendaraan seperti apa, ya, yang dapat ia beli dengan uang tersebut? Dapatkah ia membeli kendaraan baru seperti yang teman lain beli dengan harga dua puluh juta rupiah?” Ia terdiam. Temannya meneruskan bertanya: “Ketika kamu kawini dia dulu, bagaimana kondisimu saat itu?” Jawabnya: “Miskin dan menganggur”. Bahkan ia menjadi tanggungan istrinya. “Wajarkah bila kamu menginginkan istri yang ideal dengan kondisi yang ada saat itu? Bermoralkah kamu bila kemudian saat ini ingin menceraikannya karena tidak ideal tadi?” Ia tidak berkata apa-apa, jawabannya hanya tetesan airmata dan pandangan yang menerawang jauh puluhan tahun lalu”. Yang paling bijak adalah If you don’t have what you love, love what you have, jika kamu tidak mempunyai apa yang kau cintai atau yang kamu idealkan, maka cintailah yang kamu punyai saat ini. Peliharalah dengat baik, jangan kau campakkan dan terlantarkan. saya ingat dosen saya di kampus ,dia punya gambaran kalau kamu mau kejakarta dan sudah membeli tiket ekonomi contone argo brantas hehe, maka bersabarlah untuk naik kereta itu samapai tujuan. walaupun ditengah perjalanan kamu melihat kereta bisnis atau exekutif dan kamu mampu membelinya.contohnya; seperti saat anda mengawali berumah tangga ,dan anda mengawalinya dalam keadaan yg serba kekurangan .. jangan sampai setelah mampu ,dan sudah memiliki segalanya. lalu kou campakkan istrimu dan pergi dengan gerbong lain...ooh.. kejaaaam. atau kita nyanyikan lagu di artikel berikutnya....

3. kemampuan lebih besar dari pada kemauan

3. Kemampuan Lebih Besar Dari Pada Kemauan.
Kemampuan seseorang baik fisik maupun keuangan pasti sangat terbatas. Bagaimanapun kayanya ia. Sebaliknya kemauan manusia tidak terbatas sejauh angan-angan manusia yang seringkali diperpanjang oleh syaiton agar kita tidak bisa bersyukur. Untuk itu, yang paling bijak adalah ukurlah kemauan kita dengan kemampuan yang ada. Jangan sampai menginginkan sesuatu yang melampaui batas kemampuan, karena hanya mendatangkan kekecewaan lantaran tidak dapat menggapainya. Bagaikan pungguk merindukan bulan kata pepatah. Syukur-syukur kalau kita terbiasa hidup zuhud yakni hidup sederhana sebagaimana contoh nabi yang berdoa agar sehari diberi kenyang agar bisa bersyukur dan minta sehari diberi lapar agar bisa ndepe-ndepe, mendekatkan diri kepada Alloh. Dan Nabi bersabda: Maa khoba manistaharo, walaa nadima manistasyaro, walaa ‘aala maniqtashoda (Tidak rugi orang yang beristiharoh, tidak menyesal orang yang bersmusyawaroh, dan tidak susah orang yang sederhana).
Dan pelajaran yang dapat kita peroleh dari kehidupan sebagai perpustakaan alam yang terbuka ini adalah bahwa kesederhanaan adalah cermin dari kesejatian. Kesederhaan memperkecil kemauan bahkan bisa membebaskan dari keserbamewahan dan ketakterjangkauan. Pernah suatu pagi Socrates sang filusuf Yunani yang terkenal itu, berjalan melewati sebuah pasar. Ia berjalan seraya mengatakan kepada muridnya. Saya adalah orang yang paling berbahagia di muka bumi ini. Karena aku terbebas dari kebutuhan akan kemewahan itu semua.
Ada satu kasus menarik untuk ditelaah. Ada seorang Fulan yang tidak bisa mengendalikan kemauan. Setiap kali melihat teman memakai atau memiliki sesuatu yang bagus dia ingin memilikinya. Dalam bahasa jawa disebut NDREMIS. Dikatakan tidak bisa mengendalikan kemauannya karena keinginan itu terucap bahwa dia ingin memiliki barang itu dan tak segan-segan memintanya bahkan ketika masih sedang dipakai oleh pemiliknya. Disini ada dua bahaya. Pertama, tidak akan bisa terbebas dari keinginan atau kemauan yang bisa membuatnya tidak bahagia karena setiap saat pasti ada hal baru yang belum pernah ia memilikinya dan so pasti firmanNya pasti terjadi yaitu tidak semua keinginan kita terpenuhi. Kedua, dia tidak bisa lepas dari stigma pengemis, walaupun pengemis intelek dan berdasi karena sering meminta apa-apa yang orang lain pakai atau punyai.
Itu tadi kalau masalahnya menginginkan sesuatu. Nah, sekarang masalahnya bagaimana bila yang ada pada kita, yang kita miliki saat ini, tidak sesuai dengan keinginan kita? Maka jawabannya tersembunyi di artikel berikutnya.

2. Terimalah apa adanya

2. Accept me what I am. Accept me the thing I do.
Ya. Terimalah apa adanya. Tidak kurang dan tidak lebih. Terimalah dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Kalau kita bisa dan biasa menerima sesuatu apa adanya, maka kita bisa menikmatinya dan bisa berbahagia dengannya. Suatu pagi seseorang makan sarapan dengan nasi putih yang hangat dengan lauk sambal terasi ditambah lalapan sayur segar dan tempe penyet. Wow sedaaap dan nikmat. Tetapi tiba-tiba syetan membisikinya dengan memanjangkan angan-angan anak Adam: Ah, seandainya saja……pagi ini ada lauk ayam goreng dan rawon dan soto………. Nah mendadak nasi dan sambal yang tadi terasa nikmat berubah menjadi tidak nikmat lagi. Begitu pula sikap kita terhadap suami atau istri kita atau benda-benda yang kita miliki. Kalau kita mengangankan dan mendambakan pasangan kita seperti aktor atau aktris yang seksi nan molek, niscaya rusaklah kebahagiaan kita bersama suami atau istri kita. Kalau kita mendambakan mobil yang mewah di luar jangkauan kita, maka kita tidak bisa menikmati berkendaraan dengan mobil yang ada saat ini. Kita harus mengafirmasikan bahwa inilah yang terbaik yang Tuhan pilihkan untuk kita. Belum tentu bahwa kita kuat menerima konsekuensi dari apa yang kita andai-andaikan itu. Seandainya kita diberi pasangan secantik aktris belum tentu kita kuat membayari tagihan salon kecantikan sampai belasan rupiah sebulan! Seandainya kita diberi suami seganteng aktor pujaan belum tentu kita kuat menerima kenyataan dia berganti-ganti pacar dan menelantarkan istri. Betul. Terimalah dia apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Niscaya kita bisa berbahagia. saya pernah jalan jalan dengan istri saya kesuatu kota.. dengan uang yang pas pasan kita naik bus ekonomi.. saya sempat kasihan melihat istriku tercinta mabok kendaraan alias muntah2.samapai di kota tujuan saya dijemput teman jokam dengan mobil mewahnya . bahagia rasanya setelah naik bus ekonomi yang sopirnya memburu setoran , kita naik mobil mewah (menurut saya) dan ber AC (sejuuk), lalu kami diajak makan di restoran dengan aneka makanan yang lezat, lalu saya mengajak istri saya untuk merenung sejenak.. dik hari ini kamu bisa jadi orang yang bahagia, tapi kamu juga bisa menjadi orang yang menderita. tergantung bagaimana kamu berfikir "kataku.. maksudnya bagaimana mas " kata istriku.. kalau kamu berfikir seperti saya insyaAlloh kamu akan bahagia.Alhamdulillah punya teman jokam orang kaya . kita di jemput naik mobil gratis, diajak makan direstoran gratis. dan diajak menginap di rumahnya juga gratis.. alhamdulillah betapa nikmatnya hidup ini.. nikmati saja. coba kalau kamu berfikir , mas kapan ya kita bisa punya mobil sebagus ini? kapan ya kita punya banyak uang dan sering makan di restoran? kapan ya kita bisa punya rumah sebagus ini? dan pertanyaan pertanyaan yang lain maka kamu akan susah. tidak bisa menikmati hidup.. SYUKURI APA YANG ADA, HIDUP ADALAH ANUGRAH , begitu kata demasiv

1. AHLI SYUKUR mencari jalannya syukur


1. Ahli Syukur, Dan Mencari Jalannya Syukur.
Orang yang bersyukur adalah bagaikan musyafir yang menemukan sumur di tengah padang pasir dibawah terik matahari yang panas. Ketika ia meminumnya, nikmat rasanya dan hilanglah dahaga. Jelasnya ketika mendapatkan kenikmatan maka ia bersyukur. Sebaliknya orang yang tidak bersyukur bagaikan orang yang minum air laut. Semakin banyak ia minum, semakin dahaga lah ia. Semakin kaya, semakin serakah lah ia. Sudah punya sepuluh perusahaan, ia ingin meng-akuisisi seratus perusahaan lain. Masalahnya, seringkali manusia tidak merasa atau lupa ketika ia mendapatkan kenikmatan. Sebaliknya, banyak manusia yang merasa paling susah dan paling banyak problem di dunia ini. Maka sebaiknya ia pandai-pandailah atau belajarlah mencari jalan kesyukuran sampai dengan menjadi orang yang ahli bersyukur. Orang baru dikatakan ahli, bila orang lain tidak bisa melakukan—dalam kondisi yang sama—ia bisa melakukannya. Bagaimana caranya? Jawabannya berikut ini.

Ayat Alloh Yang Di Langit (PELANGI). Tengadahkanlah wajah ke angkasa dan lihatlah ketika ada pelangi yang indah yang bagaikan lukisan alam di busur langit. Itu adalah ayat atau tanda kebesaran Alloh. Hikmah apa yang dapat kita ambil dari ayat Alloh di angkasa tadi? Ternyata Pelangi yang berwarna-warni itu tidak pernah diatas kepala kita sendiri. Ia selalu tampak diatas kepala orang lain. Apa tamsil yang tersirat? Tak lain dan tak bukan adalah bahwa keindahan itu senantiasa tampak di atas kepala orang lain dan tidak pernah tampak diatas kepala sendiri. Kita melihat kehidupan orang lain lebih bahagia dari pada kehidupan kita sendiri. Padahal sesungguhnya orang lain pun melihat kita lebih bahagia dari pada mereka melihat kehidupan mereka sendiri. Yang paling baik bagaimana? Kiranya sabda Nabi/ Ali bisa dibuat pegangan Unduru ilaa man huwa asfala minkum wa laa tanduru ilaa man huwa fauqokum. Lihatlah orang yang berada di bawahmu sehingga kalian bisa bersyukur dan janganlah lihat orang-orang yang keduniaannya di atas kamu, karena kamu niscaya tidak bisa bersyukur karenanya.
Masalahnya bagaimana kalau kita kebetulan merasa paling bawah, paling miskin, paling hina di antara orang lain. Maka di sinilah kelihaian kita mencari jalannya syukur, yakni dengan mencari aspek lain, dimensi lain yang kita lebih baik dari orang lain. Misalnya Si Fulan merasa paling miskin, dan paling hina disitu. Namun di satu sisi, ia sehat wal afiat, tidak menderita sakit kencing manis sehingga bisa minum minuman manis yang lezat sementara banyak orang kaya yang menderita kencing manis terpaksa minum air putih saja. Kiranya keluhan orang Inggris ini bisa digunakan pegangan. I felt sorry to my self of having no shoes until I found someone having no feet at all. Saya merasa sedih tidak punya sepatu baru sampai dengan aku menemukan orang yang tidak punya kaki sama sekali. Nah, carilah hal-hal yang bisa menjadikan kita bersyukur. Ada cerita anekdot orang yang menderita pun bisa tertawa karena melihat penderitaan orang lain. ada orang madura jualan salak di arab .. sallak manis sallak maniss. ada pembeli yang datang marah marah, pak katanya manis kok yg saya beli sepet semua.. orang madura menjawab sampean beli berapa? saya beli sekilo pak.. sampean cuma sallak sekilo saja marah marah saya beli sekarung sepet semua pak.. hmmm.. eh ceritanya begini ternyata disitu ada peraturan yang di tulis pakek bahasa arab. kira kira isinya begini, DILARANG jualan disini, kalau jualan di sini hukumannya barang dagangannya akan di masukkan melalui dubur ,minimal 3. orang madura tadi ketangkap polisi dibawa ke kantor mau dihukum.. ampun pak sayya tidak tahu pak.. tidak bisa!! gertak polisinya ,kamu harus dihukum. apa pak hukumannya? kata madura. kamu dagang apa? dagang sallak pak. hukumannya, salak ini saya masukkan duburmu minimal 3. kata polisinya.. salak pertama di masukkan dubur madura teriak teriak ampun pak, kapok pak,.. salak kedua di masukkan , teriak lebih keras lagi waduuuh ampuuun.. giliran salak ketiga dimasukkan madura tertawa terbahak bahak kwak kwak kwak.. polisinya keheranan.. ternyata madura tadi melihat ada temannya yang jualan DURIAN, KETANGKEP, dia membayangkan saya yang di masuki salak saja sakitnya seperti ini apa lagi teman saya yang jualan durenn apa nggak matiii? hahaha

Tercerahkan. Sayangnya tdk semua orang bisa menangkap getaran rohmat Alloh. Hanya mrk yg telah tercerahkan qolbunya yg bisa mengidentifikasikan rohmat dan kemudian menyukurinya. Suatu hari suami istri berboncengan motor melewati persawahan dengan latar belakang gunung yang puncaknya mengepulkan asap putih ke angkasa. Sang istri minta berhenti sejenak menikmati indahnya pemandangan alam serta sejuknya hawa pegunungan. Suaminya menolak sambil mengatakan tidak ada yang indah. Sejak dulu yaa begitu itulah keadaannya. Nah, beruntunglah sang istri yg dapat menangkap frequensi rohmat di sore yang sejuk dan indah itu.
MEMBANDINGKAN Kiat lain mencari jalannya bersyukur adalah dengan membandingkan dulu punya apa sekarang punya apa? Karena pada dasarnya manusia lahir tidak punya apa-apa, maka betapapun sedikitnya yang kita punya sekarang pasti masih lebih banyak daripada dulu.

Salam dari Alloh. Suatu hari Malaikat Jibril datang kepada Muhammad dan berkata: Wahai Muhammad, Tuhanmu titip salam untukmu, dan beliau berfirman. Ada sebagian dari hambaku yang bisa bagus imannya pabila ia sehat, seandainya ia sakit niscaya kufur. Dan sebagian yg lain bisa bagus imannya pabila sakit, seandainya sehat niscaya kufur. Dan ada sebagian dari hambaku yang bisa bagus imannya pabila kaya, seandainya miskin maka niscaya kufur; dan ada sebagian dari hambaku yang bisa bagus imannya pabila miskin, seandainya kaya niscaya kufur. Nah, kisah ini bisa jadi garis START kita mencari jalannya syukur. Apapun dan bagaimanapun kondisi kita saat ini, bersyukurlah. Barangkali inilah yang terbaik buat kita.

BAHAGIA ! bagaimana caranya?

Apakah anda ingin bahagia?
Bahwa semua orang ingin berbahagia, kita tidak perlu perdebatkan. Masalahnya, apakah keinginan semua orang itu tadi bisa tercapai, jawabannya jelas. Alloh sendiri yang menjawab dalam satu kalimat tanya Am lil insaani maa tamanna? Apa benar semua kehendak manusia menjadi kenyataan? Tentu saja tidak.Atau di dalam surat ala anfal ayat 24 waklamuu annalloha yaqhuulu bainal mar'i waqolbih " ketahuilah bahwa sesungguhnya alloh menghalang halangi antara seseorang dengan hatinya (keinginannya) Alloh Rosul tidak mendefinisikan secara khusus dalam satu bab dan mutlak. Itulah tugas kita merangkai dari ayat-ayat dan hadits-hadits yang bertebaran di sana-sini. Sebagaimana penyair Sir Mohammad Iqbal menulis dalam salah satu puisinya “Ya Alloh Engkau yang menciptakan bunga nan cantik di semak-semak, hutan-hutan dan belantara. Dan akulah yang merangkai jadi sebuah taman yang indah”. Ini menyiratkan bahwa manusia diberi kuasa mencari dan merangkai mutiara-mutiara ayat dan sunnah menjadi untaian kalung filosofi yang indah kemilau yang bernama kebahagiaan. siiru fil ardi fanduruuu kaifa kana akibatul mukaddzibin.... berjalan jalanlah di bumi dan lihatlah bagaimana akibat orang yang mendustakan ....apa yang ada di sekitar kita akan jadi peringatan,, menjadi bahan nasehat..
MARI KITA GALI BERSAMA